Sabtu, 22 Januari 2011

Perubahan Perilaku Hewan Sebelum Terjadi BENCANA ALAM



Beberapa catatan dari berbagai Negara yang mengisahkan terjadinya migrasi hewan atau perubahan perilaku sejumlah hewan (peliharaan atau liar) sebelum terjadinya bencana alam :
1.1
           Tahun 1975, para pejabat China memerintahkan evakuasi Haicheng, sebuah kota dengan satu juta orang, hanya beberapa hari sebelum gempa 7,3 skala Richter. Perintah evakuasi ini berasal dari pengamatan atas perubahan perilaku hewan seperti : perilaku anjing yang berlebihan (menggonggong dan menggigit),  Hanya sebagian kecil dari penduduk terluka atau terbunuh. Jika kota tersebut belum dievakuasi, diperkirakan bahwa jumlah korban jiwa dan cedera bisa melebihi 150.000 orang.
     
        Tahun 1995 di Kobe, sebelum terjadinya bencana gempa bumi yang menewaskan lebih dari 6.000 orang, Kiyoshi Shimamura (seorang peneliti) menemukan bahwa anjing menggonggong "berlebihan" naik 18% rata-rata pada bulan-bulan sebelum gempa.
         Tahun 2004, 1 jam sebelum terjadinya tsunami di Sri Lanka dan Thailand, beberapa ekor gajah melarikan diri keatas bukit. Bencana tsunami ini akhirnya mengerengut nyawa 150.000 orang di kedua Negara tersebut.  
  
     Tahun 2008, Migrasi massa kodok sebelum gempa dahsyat pada bulan Mei 2008 di China yang menewaskan sedikitnya 68.000 orang di sana.
4.    

Terapi Sengatan LEBAH MADU (Apis Mellyfera)


Terapi sengat lebah dipercaya bisa mengatasi sejumlah penyakit. Antara lain darah tinggi, jantung, stroke, diabetes, sakit kepala, rematik, hingga susah memperoleh keturunan.Terapi jenis ini telah diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pengobatan alternatif.
Cara pengobatannya adalah satu lebah diambil menggunakan sumpit. Kemudian, lebah disengatkan di titik-titik syaraf tubuh pasien. Sengatan lebah tersebut akan mengalirkan racun melalui peredaran darah ke seluruh tubuh. Racun itu akan bekerja mengatasi masalah yang dihadapi pasien.
Keluhan penyakit muncul karena fungsi syaraf yang terganggu. Bila syaraf bisa dinormalkan, keluhan dipastikan menghilang.

Jumat, 21 Januari 2011

Monumen Paul "GURITA" Piala Dunia 2010


VIVAnews -- Paul "Gurita." Hewan itu begitu sohor saat Piala Dunia 2010, melampui keterangan para pemain yang berlaga atau Shakira, si penyanyi Waka-waka. Paul sudah mati tapi kini para penggemarnya bisa melepas rindu. Pada lokasi di mana rumah Paul, sebuah akuarium besar, berada, kini dibangun monumen untuk mengenangnya.
Seperti ditulis Foxnews, Akuarium di Oberhausen  sudah meluncurkan replika plastik Paul setinggi 6 kaki pada Kamis 20 Januari 2011. Pada replika itu terlihat Paul sedang mencengkeram bola dengan delapan tentakelnya.
Juru bicara akuarium di Oberhousen itu, Tanja Munzig, mengatakan bahwa monumen itu bukan sekedar peringatan, tapi juga  tempat peristirahatan terakhir Paul.
Di dalam bola terdapat guci emas berbentuk daun yang menyimpan abu kremasi gurita tenar itu. Monumen ini, tambah dia, didirikan atas permintaan para penggemar Paul di seluruh dunia.
'Gurita sakti' ini mati pada usia 2 tahun, tiga bulan lalu. Dia mati diduga karena sakit.
Prestasi Paul menebak hasil pertandingan di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan memang monumental. Ia menebak dengan benar tujuh pertandingan Tin Jerman.  Termasuk memprediksi kekalahan Jerman dari Spanyol di babak semifinal.
Paul juga dengan tepat memprediksi Spanyol tampil sebagai juara setelah di final menaklukkan Belanda lewat gol semata wayang Andres Iniesta.
Atas ramalannya itu, Pemerintah Spanyol menganugerahi Paul sebagai warga kehormatan Kota Carballino, Spanyol.

Aquarium Terbesar Di Dunia


Georgia Aquarium, Atlanta, adalah aquarium terbesar di dunia. Tempat ini merupakan "rumah indah" bagi lebih dari 100.000 binatang dari 500 spesies yang berbeda (hiu, ikan paus, ikan paus beluga, pari) dan dengan kapasitas 8,5 juta galon US (31.000 m³) tersimpan dalam aquarium ini.


RABIES


Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewa ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, racoon, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila. 

Rabies bukanlah penyakit baru dalam sejarah perabadan manusia. Catatan tertulis mengenai perilaku anjing yang tiba-tiba menjadi buas ditemukan pada 4.000 tahun lalu di Mesopotamia serta pada di Babilonia pada 2.300 SM.
Gejala rabies biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari setelah terinfeksi. Masa inkubasi virus hingga munculnya penyakit adalah 10-14 hari pada anjing tetapi bisa mencapai 9 bulan pada manusia. Bila disebabkan oleh gigitan anjing, luka yang memiliki risiko tinggi meliputi infeksi pada daerah bahu (kepala, muka, leher), luka pada jari tangan atau kaki, luka pada kelamin,  Sedangkan luka dengan risiko rendah meliputi jilatan pada kulit yang luka, garukan atau lecet, serta luka kecil di sekitar tangan, badan, dan kaki.
 
Bila terinfeksi rabies, segera cari pertolongan medis. Rabies dapat diobati, namun harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak dan menimbulkan gejala. Bila gejala mulai terlihat, tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini. Kematian biasanya terjadi beberapa hari setelah terjadinya gejala pertama.
Jika terjadi kasus gigitan oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies atau berpotensi rabies (anjing, rubah, kera atau kelelawar) segera cuci luka dengan sabun atau pelarut lemak lain di bawah air mengalir selama 10-15 menit lalu beri antiseptik alkohol 70% atau betadin.  
Orang-orang yang belum diimunisasi selama 10 tahun terakhir akan diberikan suntikan tetanus. Orang-orang yang belum pernah mendapat vaksin rabies akan diberikan suntikan globulin imun rabies yang dikombinasikan dengan vaksin. Separuh dari dosisnya disuntikkan di tempat gigitan dan separuhnya disuntikan ke otot, biasanya di daerah pinggang. Dalam periode 28 hari diberikan 5 kali suntikan. Suntikan pertama untuk menentukan risiko adanya virus rabies akibat bekas gigitan. Sisa suntikan diberikan pada hari ke 3, 7, 14, dan 28. Kadang-kadang terjadi rasa sakit, kemerahan, bengkak, atau gatal pada tempat penyuntikan vaksin.
 

Kamis, 20 Januari 2011

Ikan Dokter (GARRA RUFA)


adalah julukan yang diberikan untuk ikan GARRA RUFA (Cyprinion macrostomus).
Ikan ini berasal dari lembah sungai sebelah utara Timur Tengah terutama di Turki, Suriah, Iran dan Irak
.
Mereka digunakan untuk membantu mengobati pasien yang menderita berbagai gangguan kulit, termasuk psoriasis dan eksim , Kebiasaannya memakan kulit-kulit mati pada kaki/tubuh manusia sehingga membantu pertumbuhan sel kulit baru yang sehat.

6 Satwa Indonesia Yang Dinyatakan Punah Oleh IUCN


Berikut satwa Indonesia yang telah dinyatakan punah oleh The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) :

1.     Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica)
Harimau Jawa atau Java Tiger (Panthera tigris sondaica) adalah jenis harimau yang hidup di pulau Jawa. Harimau ini dinyatakan punah pada tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Walaupun begitu, ada juga kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahun 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekor jenis harimau ini di habitatnya. Terakhir kali ada sinyalemen keberadaan Harimau Jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulau Jawa. Walaupun begitu, ada kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverifikasi.
2.     Harimau Bali (Panthera tigris balica)
Harimau Bali atau Bali Tiger (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah yang dapat ditemui di pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan Harimau Sumatera (spesies terancam). Harimau ini adalah harimau terkecil dari tiga sub-spesies. Harimau terakhir diyakini ditembak pada tahun 1925, dan sub-species ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Karena besar pulau yang kecil, hutan yang terbatas, populasi yang tidak pernah lebih besar dan dianggap tidak ada yang selamat hingga hari ini.
3.     Kuau Bergaris Ganda (Argusianus bipunctatus)
Double-banded Argus atau Kuau Bergaris Ganda (Argusianus bipunctatus) adalah satwa sejenis unggas yang dipercaya pernah hidup di Indonesia (Jawa dan Sumatera) dan Malaysia. Satwa bergenus sama yang masih ada hingga sekarang adalah Kuau Raja (Argusianus argus). Kuau Bergaris Ganda tidak pernah ditemukan di alam, deskripsinya didasarkan pada sejumlah bulu yang dikirim ke London dan dipertelakan pada tahun 1871. IUCN memasukkannya dalam status punah.
4.     Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni)
Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni) adalah satwa dari famili (suku) tikus-tikusan (Muridae) yang pernah hidup di Pulau Flores, Indonesia. Binatang ini dinyatakan punah oleh IUCN pada tahun 1996. Namun para ahli meyakini satwa ini telah punah sekitar 1500 SM. Spesies ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
5.     Tikus Hidung Panjang Flores (Paulamys naso)
Seperti halnya Papagomy theodorverhoeveni, Tikus Hidung Oanjang Flores atau Flores Long-nosed Rat (Paulamys naso), satwa dari famili tikus-tikusan ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
6.     Tikus Gua Flores (Spelaeomys florensis)
Seperti halnya Papagomy theodorverhoeveni, Tikus Gua Flores atau Flores Cave Rat (Spelaeomys florensis) satwa dari famili tikus-tikusan ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.